Kumpulan Puisi Kemerdekaan Perjuangan dan Kepahlawanan Part 2

Kumpulan Puisi Kemerdekaan Perjuangan dan Kepahlawanan Part 2 . Sebelumnya kami telah menulis kumpulan puisi kemerdekaan terbaik indonesia , kami memiliki banyak contoh puisi kemerdekaan dan tidak memungkinkan bila di masukkan dalam satu artikel karena akan membuat halaman menjadi berat dan terlalu panjang . Di bagian 2 ini kami menghadirkan puisi kemerdekaan karya putra dan putri indonesia yang memiliki rasa cinta yang begitu dalam terhadap tanah air indonesia . Di dalam puisi kemerdekaan ini mereka menggambarkan bagaimana kerasnya perjuangan dan pengorbanan yang telah di lakukan para pahlawan demi meraih kemerdekaan bangsa ini

Kumpulan Puisi Kemerdekaan Perjuangan dan Kepahlawanan

Berabad-abad lamanya indonesia di kuasai dan di jajah oleh bangsa asing , mulai dari Portugis , Spanyol , Inggris , Belanda hingga jepang . Kekayaan alam dan sumber daya manusia yang melimpah membuat bangsa asing bersaing hingga perang demi bisa menjajah indonesia , mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa dan memaksa bangsa ini bekerja tanpa upah demi kesejahteraan bangsa lain . Para pejuang dan pahlawan bangsa berjuang mati-matian dengan mempertaruhkan jiwa dan raganya supaya indonesia terbebas dari penjajahan , mereka memiliki banyak harapan agar anak cucu keturunan mereka dapat merasakan kehidupan yang lebih baik setelah kemerdekaan itu di raih , sehinga kita bisa bekerja , sekolah , beribadah dan melakukan segala hal tanpa ada campur tangan bangsa lain

Kita sebagai penerus perjuangan para pahlawan juga harus berjuang memajukan indonesia , membebaskan indonesia dari perjanjian internasional yang membuat kita tidak berdaya , dan memanfaatkan sumber daya alam yang sangat melimpah ini demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh rakyat indonesia . Jangan sampai sumber daya alam tersebut jatuh ke tangan bangsa lain seperti yang di perjuangkan oleh para pahlawan . Untuk menghargai jasa para pahwalan didirikanlah berbagai monumen-monumen bersejarah , nama dan foto mereka juga di abadikan dalam lembaran uang rupiah , juga setiap senin kita di haruskan mengheningkan cipta untuk mendoakan para pahlawan yang telah gugur di medan perang  . Berikut ini merupakan contoh puisikemerdekaan , perjuangan dan kepahlawanan yang kami himpun dari berbagai sumber

Puisi Kemerdekaan

ATAS KEMERDEKAAN

Oleh : Supardi Djoko Damono

kita berkata : jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut
di atasnya : langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala

terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk
mengusut rahasia angka-angka
sebelum Hari  yang ketujuh tiba

sebelum kita ciptakan pula Firdaus
dari segenap mimpi kita
sementara seekor ular melilit pohon itu :
inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah



HARI KEMERDEKAAN


Akhirnya tak terlawan olehku
tumpah dimataku, dimata sahabat-sahabatku
ke hati kita semua
bendera-bendera dan bendera-bendera
bendera kebangsaanku
aku menyerah kepada kebanggan lembut
tergenggam satu hal dan kukenal

tanah dimana kuberpijak berderak
awan bertebaran saling memburu
angin meniupkan kehangatan bertanah air
semat getir yang menikam berkali
makin samar
mencapai puncak kepecahnya bunga api
pecahnya kehidupan kegirangan

menjelang subuh aku sendiri
jauh dari tumpahan keriangan dilembah
memandangi tepian laut
tetapi aku menggengam yang lebih berharga
dalam kelam kulihat wajah kebangsaanku
makin bercahaya makin bercahaya
dan fajar mulai kemerahan.


Puisi Perjuangan

MENATAP MERAH PUTIH


Menatap merah putih
melambai dan menari – nari di angkasa

kibarannya telah banyak menelan korban
nyawa dan harta benda

berkibarnya  merah putih
yang menjulang tinggi di angkasa

selalu teriring senandung lagu Indonesia Raya
dan tetesan air mata
dulu, ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan
untuk mengibarkan merah putih
harus diawali dengan pertumpahan darah
pejuang yang tak pernah merasa lelah
untuk berteriak : Merdeka!

menatap
merah putih adalah perlawanan melawan angkara murka
membinasakan penidas dari negeri tercinta
indonesia

menatap
merah putih adalah bergolaknya darah
demi membela kebenaran dan azasi manusia
menumpas segala penjajahan
di atas bumi pertiwi

menatap
merah putih adalah kebebasan
yang musti dijaga dan dibela
kibarannya di angkasa raya

berkibarlah terus merah putihku
dalam kemenangan dan kedamaian


Puisi Kepahlawanan



PRAJURIT JAGA MALAM
Karya : Chairil Anwar

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian

ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !



GERILYA

Oleh : W S Rendra

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling di jalan

Angin tergantung
terkecap pahitnya tembakau
bendungan keluh dan bencana

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan

Dengan tujuh lubang pelor
diketuk gerbang langit
dan menyala mentari muda
melepas kesumatnya

Gadis berjalan di subuh merah
dengan sayur-mayur di punggung
melihatnya pertama

Ia beri jeritan manis
dan duka daun wortel

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan

Orang-orang kampung mengenalnya
anak janda berambut ombak
ditimba air bergantang-gantang
disiram atas tubuhnya

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan

Lewat gardu Belanda dengan berani
berlindung warna malam
sendiri masuk kota
ingin ikut ngubur ibunya



Itulah puisi kemerdekaan , perjuangan dan kepahlawanan yang dapat kami berikan , semoga dengan mempelajari puisi seperti ini kita bisa lebih memiliki jiwa patriotisme dan nasionalisme , menghargai para pahlawan yang gugur di medan perang dan mencintai tanah air indonesia ini . Para pejuang dan pahlawan telah membayar mahal demi mewujudkan cita-cita mereka memerdekakan indonesia yaitu dengan darah dan nyawa mereka . Sekian dari kami terima kasih telah membaca Kumpulan Puisi Kemerdekaan Perjuangan dan Kepahlawanan Part 2

0 Response to "Kumpulan Puisi Kemerdekaan Perjuangan dan Kepahlawanan Part 2"

Post a Comment